Senin, 28 Mei 2012

LINGKUNGAN BIOLOGI

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM
AMPHIBIA


                                                 








Disusun oleh :

Nama                            : Wahyuningtias
Nim                               : 100 1140196
Kelompok                     : I (Satu)
 Praktikum ke                 : II (dua)
Hari/tanggal                  : Jumat ,04 April 2012
Dosen pembimbing       : Abu Yazid, S.Pd


                                           



LABORATORIUM BIOLOGI PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGRI (STAIN) PALANGKA RAYA
PALANGKA RAYA 2012


 

I.                   Topik
Adapun topik praktikum kali ini adalah tentang “AMPHIBIA”.

II.                Tujuan Praktikum
Adapun tujun praktikum kali ini adalah
-          Untuk ,mengetahui bagian-bagian  morfologi dan anatomi serta bagian-bagian tubuh pada katak

III.             Dasar Teori
Amphibia umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup didua alam yakni di air dan di daratan. Amphibia bertelur di air atau menyimpan telurnya ditempat yang lembab dan basah. Ketika menetas larvanya yang dinamakan berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernafas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru.
Ampibia mempunyai ciri-ciri yaitu tubuh diselubungi kulit yang berlendir, merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm), mempuyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik, mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat diantara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang, matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membran niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam, pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru dan kulit yang hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk kedalam rongga mulut ketika menyelam, dan berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan diluar tubuh induknya atau pembuahan eksterna.
Tubuh amphibia khususnya katak, terdiri dari kepala, badan, dan leher yang belum tampak jelas. Sebagian kulit, kecuali pada tempat-tempat tertentu, terlepas dari otot yang ada di dalamnya, sehingga bagian dalam tubuh katak berupa rongga-rongga yang berisi cairan limfa subkutan . Amphibia dewasa memiliki mulut lebar dan lidah yang lunak yang melekat pada bagian depan rahang bawah. Paru-paru selalu ada seperti yang terdapat pada kelompok salamander, dan sebagian besar pernafasan juga dilakukan oleh kulit. Pada katak sawah, kulit ini hampir selalu basah karena adanya sekresi kelenjar-kelenjar mucus yang banyak terdapat didalamnya. Selain itu, kulit katak juga banyak mengandung kapiler-kapiler darah dari cabang-cabang vena kutanea magna dan arteri kutanea . Selain kulit, pernafasan juga dilakukan melalui epitel, mulut, dan larynxs. Bibir, mata, dan kelenjar yang menjaga kelembaban mata juga ikut berkembang .
Amphibia hidup didua tempat, di air dan tempat yang lembab dari daratan. Telur-telur individu yang belum matang adalah normal hidup di dekat air dan dan dewasa tidak pernah jauh dari air, dari kemampuan mereka disebuah lingkungan daratan, lebih tepat lagi tidak berkembang. Dewasa ditemukan ditanah dekat kolam-kolam, aliran sungai dan bagian lain dari air segar yang mana mereka dapat istirahat dan mendapatkan ketenangan, atau ditempat-tempat lain yang lembab seperti dibawah pohon atau dibawah batu, di kayu-kayu yang agak lembab. Amphibia daratan yang agak terkenal adalah katak khususnya, sangat aktif saat malam ketika kelembaban relatif tinggi .
Amphibia merupakan hewan vertebrata pertama yang hidup di darat diikuti oleh Reptil, Burung dan Mammalia. Amphibia dikelompokan kedalam empat Ordo yaitu Gymnophiona (Caecilians), Trachystomata (Sirens), Caudata dan Anura (Frogs and Toads). Sementara ahli lain membagi amphibi kedalam tiga ordo meliputi Gymnophiona (Caecilians), Caudata (Salamanders) dan Anura (Frogs and Toads).
Adapun ciri-ciri umum anggota amphibia adalah sebagai berikut: memilliki anggota gerak yang secara anamotis pentadactylus, kecuali pada apoda yang anggota geraknya tereduksi, tidak memiliki kuku dan cakar, tetapi ada beberapa anggota amphibia yang pada ujung jarinya mengalami penandukan membentuk kuku dan cakar, contoh Xenopus sp, kulit memiliki dua kelenjar yaitu kelenjar mukosa dan atau kelenjar berbintil ( biasanya beracun), pernafasan dengan insang, kulit, paru-paru, mempunyai sistem pendengaran, yaitu berupa saluran auditory dan dikenal dengan tympanum, jantung terdiri dari tiga lobi ( 1 ventrikel dan 2 atrium), mempunyai struktur gigi, yaitu gigi maxilla dan gigi palatum, merupakan hewan poikiloterm. Anggota amphibia terdiri dari 3 ordo yaitu Urodela (Salamander), Apoda (Caecilia), dan Anura ( katak dan kodok).



IV.             Alat dan bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu:
Bahan :         
-          katak hijau (rana sp)
Alat :
-          Satu paket alat bedah
-          Papan bedan
-          Jarum betangkai

V.                Prosedur Kerja

Katak hijau
Morfologi
Toprografi
Sistem respirasi
Sistem digesterium
Sistem cardiovascular
Sistem urgenital
Sistem nervesum
                   














VI.             Hasil Pengamatan
Gambar hasil pengamatan
Gambar perbandingan
Morfologi



                                         
Anatomi

Sistem cordivascular
Siatem respirasi
Sistem nervosum
Sistem Urgenital
Sistem digesterium









VII.          Pembahasan
a.      Morfologi Katak Hijau
Klasifikasi  Katak Hijau
Phyllum        :  Chordata
Sub fillum
   : Vetebrata
Class
            :  Amphibia
Ordo
            :  Anura
Familia
        :  _
Genus
          :  _
Spesies
        :  Rana sp
Berdasarkan hasil pengamatan di atas, maka kami dapat mengamati morfologi dari katak hijau (Rana macrodon) betina, bahwa katak hijau ini tubuhnya terbagi manjadi kepala (caput) dan badan (truncus). Kulitnya lunak dan tidak bersisik dan selalu basah. Pada punggung bagian dorsalnya berwarna hitam (gelap), sedangkan punggung bagian ventralnya berwarna putih (terang).
Pada daerah caput (kepala) ditemukan adanya sepasang mata dorsal, sepasang lubang hidung eksterna dan interna yang anteri-dorsal. Memiliki membrane timpani dorsal yang berada dekat di belakang mata tapi tidak ditemukan adanya auricle, mulutnya sangat lebar, saat mulutnya di buka maka terlihat adanya cavum oris dan barisan gigi vomer.
Pada bagian truncus, maka kita ketahui adanya dua pasang ekstrimitas (anggota gerak), yaitu sepasang kaki depan yang pendek dengan 4 jari, terdiri atas:
  Brachium atau lengan panjang
  Antebranchium atau lengan tengah
  Manus atau tangan
  Digiti atau jari-jari
Dan sepasang kaki belakang  memiliki 5 jari yang panjang terdapat selaput antar jari-jarinya yang berfungsi agar tahan di dalam air, terdiri atas:
  Femur atau paha
  Crus  atau betis
  Pes atau kaki
  Digiti atau jari-jari

b.      Topografi katak
1.      Sistemrespiratoria
Pernapasan pada amphibi mengunakan insang pada saat berudu. Tetapi setelah dewasa insang menghilang dan bernapas dengan menggunakan paru-paru dan kulit.
Adapun jalan pernapasan pada amphibi adalah sebagai berikut :
1.      Mula-mula udara masuk melaui lubang hidung kemudian masuk ke dalam rongga hidung.
2.       Kemudian masuk ke nares posterior kemudian masuk ke cavum oris (rongga mulut).
3.       Kemudian ke larynx terus ke bronchus dan selanjutnya ke pulmo. Di dalam pulmo terjadi pertukaran udara antara oksigen dan karbondioksida.
2.      Sistemcardiovasculare
Jantung berada pada rongga dada dan berwarna merah hati, ruanggan jantung katak ada 3 ruang yaitu 2 antrium yang terdapat pada bagian anterior jantung dan vertikulum yang berada pada bagian posterior. Darah yang menuju jantung dari seluruh tubuh bermuara pada atrium sinistrum, sedangkan darah dari paru-paru menuju antrium dextrum. vetriculum adalah muara akhir darah yang akan diedarkan dari jantung melalui anteri.



3.      Sistem digestoria
a.       Tractusdigestivus
1)      Makanan diambil dengan mulut (cavum oris) dengan lingua. Katak tidak mempunyai glandula salivarium. Makanan berjalan melalui pharinx menuju oesophagus.
2)      Makanan memasuki ventriculus yang merupakan alat untuk persediaan dan pencernaan. Membesar di bagian anterior atau ujung cardium dan memipih pada ujung posterior atau ujung pylorus.
Dinding ventriculus yang tebal terdiri atas 4 lapisan:
·         Mocusa atau batas dalam dengan banyak kelenjar
·         Submocusa berupa jala-jala dari jaringan pengikat yang terdiri atas darah dan saluran circulair dan longitudinal dan serabut otot halus dan saraf
·         Masculus dengan bundel-bundel circulait dan longitudinal dari serabut-serabut otot halus.
·         Serosa atau penutup luar yang berupa peritoneum
3)      Kontraksi otot dari dinding ventriculus memeras makanan menjadi paertikel-partikel yang lebih kecil dan mencampurkan getah makanan.
4)      Intestinum merupakan saluran berbentuk silinder panjang, berlingkar-lingkar, sebagai tempat pencernaan
4.      Sistem Nervosum
Sistem syaraf mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna. Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat. Walaupun demikian, tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan
5.      Urogenital
1)      Systema uropoetica (sistem alat kencing)
·         Ren(ginjal)
·         Ureter
·         Vasicaurinaria
2)      Systema genitalia (sistema alat genital)
·         Feminine (betina), terdiri :
-          Ovarium, sepasang dengan corpus adiposum (badan lemak) warna kuning, ovarium digantung oleh jaringan tipis mesovarium
-          Oviduct (saluran telur) yang kemudian melalui uterus lalu ke kloaka
·         Masculine (jantan), terdiri :
-          Testis, warna purih kekuning-kuningan yang digantung oleh selaput tipis mesorchium
-          Saluran-saluran halus antara lain: vasa efferentia, ductus wolffii, lalu ke kloaka.





VIII.       Kesimpulan
Dari hasil pembahasaan diatas dapat disimpulkan bahwa katak hijau ini tubuhnya terbagi manjadi kepala (caput) dan badan (truncus). Kulitnya lunak dan tidak bersisik dan selalu basah. Pada punggung bagian dorsalnya berwarna hitam (gelap), sedangkan punggung bagian ventralnya berwarna putih (terang).
 Sistem siekulasi pada katak berbeda dengan pisces karena cor pada katak sudah terbagi menjadi 3 ruangan, yaitu 2 atrium dan 1 ventrkel. Sistem respiras pada katak dewasa bernapas dengan menggunkan paru-paru dan kulit, sedangkan pada saat masih dalam bentuk kecebong menggunakan insang.
Sistem pencernaan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Sistem urogenitalia terdiri atas sistem genitalia dan sistem uropoetica. Katak betina mempunyai ovarium, telur berwarna hitam. Pembuahan terjadi secara eksternal, yaitu berada di luar tubuh.




IX.             Daftar Pustaka
Sukiya. 2001. Biologi Verterbrata. Yogyakarta : Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta.Ø Bratowidjoyo, Mukayat Djarubito. 1994. Zoologi Dasar. Jakarta : Penerbit Erlangga

Latjompoh, Masra. 2004. Bahan Ajar Zoologi Vertebrata. Gorontalo : Jurusan Pendidikan Biologi FMPA UNG

 Winarni, susi.2009 Diklat Anatomi Hewan.Semarang;IAIN Walisongo Semarang. Anonimous. 2011. Amphibi. http://www.scribd.com.







X.                 Glosarium
Vasikula Seminalis    :    Penyimpan Sperma Sementara
Vasa aferen               :    Merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis
Mukosa                     :    Kelenjar yang memlembabkan kulit
Abdomen                  :    Bagian tubuh utama posterior
Toraks                       :    Di belakang diafragma pada mamalia
Adaptasi                    :    Keseuaian cairan atau substansi dalam larutan secara selektif oleh sel atau pembuluh penghisap







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar